The Postinstitute

"Empowering People, Fighting For Justice & Democracy"

Senin, 18 Juni 2018

Berita

Lorejo.Kamis, 17 Maret 2016. Siang itu Tim Post Institute mendatangi kediaman Tatang selaku koordinator  desa Lorejo. Disana tim TPI ingin bersilaturahmi dengan pemuda desa Lorejo yang tergabung dalam Komunitas Karang Taruna desa Lorejo. Tim  Post Institute yang hadir antara lain yaitu Direktur dan dua staff program sedang dari karang taruna dihadiri beberapa pemuda perwakilan karang taruna desa Lorejo. Silaturahmi ini salah satu bentuk kegiatan yang akan mensinergiskan kegiatan Program Peduli dengan karang taruna yang bertujuan untuk membangun kapasitas karang taruna. Hadir juga dalam acara tersebut yaitu mbah Solen sebagai orang tua yang berperan mendukung dan mendorong kegiatan para pemuda.

Tim Post institute yang  diwakili direktur menyampaikan terkait apa sih tujuan program peduli itu dan kegiatanya apa saja. Bahwa dalam program peduli juga ada kegiatan untuk membangun kapasitas karang taruna, dengan ini beliau menyampaikan harapannya kepada pemuda desa lorejo untuk selalu berkarya dan berkembang. Karena pemuda merupakan calon pewaris masa depan jadi pemuda harus mulai berkarya. Selain  itu beliau juga mengungkapkan bahwa karang taruna harus sering mengadakan perkumpulan perkumpulan, sehingga bisa membuat semangat kerukunan dan kegotong royongan antar pemuda desa ini terpupuk. Dan dengan sering adanya perkumpulan karang taruna akses informasi nantinya akan jadi semakin mudah didapatkan.

Mas dwi selaku Ketua karang taruna juga menyampaikan “ sebenarnya kami ini sudah memulai untuk sering mengadakan perkumpulan biar para pemuda lorejo kompak ”. Karang taruna merespone positif apa yang menjadi kegiatan post institute yang ingin membangun kapasitas dan kualitas karang taruna ke depannya. Mas dwi pun juga menyampaikan beberapa rancangan kegiatan yang sudah di agendakan kedepannya. Salah satu kegiatannya yaitu Jalan Sehat Inklusi Lorejo dan Pengajian Akbar, harapannya Tim Post Institute juga dapat berperan mensuskseskan acara. Baik itu menyumbangkan konsep dan ide kegiatan atau yang lainnya, karena para pemuda di lorejo juga butuh tambahan tambahan ide terkait acara.

Dalam pertemuan awal ini respon yang bagus dari karang taruna membuat langkah yang bagus  juga dari Tim Post Institute. Untuk kedepannya dapat ikut berpartisipasi dalam pembangunan kapasitas karang taruna. Dari perbincangan ini bahwa nantinya akan segera diagendakan pertemuan lagi yang akan membahas tentang bagiamana pembentukan panitia dan pembuatan konsep acara kegiatan. Kegiatan ke depan akan diadakan di balai dukuh kedunganti. Kegiatan akan dicoba bergiliran tempatnya, dr pertemuan di krajan, kemudian kedunganti dan selanjutnya ngebruk. Hal ini bertujuan untuk menarik simpati para pemuda untuk aktif hadir dalam acara karang taruna.(aris)

Selasa, 15 Maret 2016. Ada yang berbeda dikediaman Bapak Muridi, yang sejak tahun 80-an rumahnya sering digunakan warga sekitar untuk kegiatan pos pelayanan terpadu bagi balita ini, kini banyak didatangi oleh warga lanjut usia. Tidak satupun dari para lansia ini membawa balita atau mengantarkan cucu-cucunya ke posyandu. Hal ini tidak lain karena mereka sendiri yang akan mengikuti kegiatan posyandu. Ya… Posyandu Lansia namanya. Program ini sebenarnya sudah lama sekali dijalankan oleh pemerintah disetiap desa. Namun sayangnya seringkali kegiatan ini dijadikan satu dengan posyandu balita. Sehingga banyak diantara kita yang mengetahui jika posyandu identik dengan balita. Selain itu, karena disatukan dengan balita, para lansia menjadi kurang diperhatikan dan peminatnya menjadi sedikit sehingga tidak maksimal. Hal tersebut terjadi di Dusun Kedunganti, selain karena disatukan dengan balita, tempat pertemuan lansia yang sering dilaksanakan di puskesdes juga jauh dari dusun tersebut. Sehingga banyak lansia di Dusun Kedunganti tidak dapat mengakses layanan posyandu lansia.

The Post Institute yang didukung oleh Program Peduli bekerjasama dengan Bidan Desa berupaya untuk merintis posyandu lansia di Dusun Tersebut. Upaya perintisan ini diinisiasi dengan kegiatan pengobatan gratis dan pemeriksaan laborat sederhana gratis seperti pemeriksaan kolesterol, asam urat dan kadar gula darah. Selain itu, para lansia juga mendapatkan penyuluhan dari Puskesmas Bakung. Diwakili Erwin yang membidangi Penyakit Tidak Menular. Para lansia diberikan pengetahuan tentang beberapa penyakit atau gangguan kesehatan yang tidak menular namun tetap beisiko seperti diabetes, serangan jantung, stroke, asam urat dan sebagainya. Para lansia juga dianjurkan oleh Erwin untuk mengontrol bahkan mengurangi makan-makanan yang dapat menyebabkan penyakit-penyakit tersebut. Erwin mengajak lansia agar dirumahnya mulai mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan.

Dalam penyuluhannya, Erwin juga memberikan motivasi kepada lansia tentang keadaan fisik lansia. “Lansia itu memang sudah waktunya mengalami penurunan penglihatan atau burem, budeg atau sudo rungon yaitu penurunan kualitas pendengaran dan bongkok jadi ga usah gresulo (mengeluh) karena semua juga pasti mengalaminya, saya doakan bapak-ibu semua sehat terus ga mengalami sakit yang macam-macam” Jelas Erwin.

Dalam kegiatan pemeriksaan laborat sederhana juga sangat menarik. Jika pada saat posyandu balita banyak balita yang menangis jika melihat jarum, maka pada posyandu lansia ini malah banyak mengantri untuk dicek kandungan gula darah, kolesterol dan asam urat. Bidan Desa Alfi juga sempat bingung dengan keadaan tersebut. “Buedo yo, lek lansia, malak njalok… (beda yah, kalau lansia malah minta) ujarnya. Kegiatan ini sangat diapresiasi oleh Bidan Desa, dan akan mengupayakan didusun lainnya juga untuk dilakukan pemisahan antara posyandu balita dengan posyandu balita. “Bentar mas, saya atur jadwalnya biar di dusun lainnya juga bisa dipisah, biar focus, terus bulan depan saya tambahin kegiatannya ada senam lansianya” ujar bidan desa kestaff TPI.

Kepedulian terhadap lansia bisa dimulai dengan memperhatikan kesehatannya. Dengan kondisi yang sudah mengalami penurunan, perlu ada generasi yang membantu untuk melindungi mereka dan menjaga kesehatan mereka. TPI berharap para lansia ini dapat mengakses layanan kesehatan dengan mudah. (ajian)

 

 

 

Tambakrejo - Kamis (3/2) Warga lanjut usia Kampung Ledok, Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto antusias mengikuti kegiatan Posyandu Lansia didesanya. Dimulai sejak jam 09.00, warga sudah berkumpul di salah satu rumah perangkat desa (jogoboyo) bapak Ribut di Kampung Ledok yang memang sering digunakan untuk pertemuan oleh warga kampung ledok. Kegiatan posyandu lansia ini difasilitasi oleh ibu Narwiyah bidan desa Tambakrejo dengan dibantu tenaga medis dari Puskesmas Wonotirto.

Kegiatan yang diikuti oleh 35 orang lansia tidak seperti posyandu lansia biasanya, yang hanya melakukan pemeriksaan fisik seperti penimbangan berat badan dan tekanan darah saja. Pada pertemuan ini, bidan desa yang bekerjasama dengan The Post Institute dan didukung Program Peduli dari Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan memberikan pengobatan gratis dan pemeriksaan laboraturium sederhana seperti kadar gula darah, asam urat dan kolesterol bagi lansia di Desanya. Selain itu, para lansia juga diberikan penyuluhan kesehatan tentang tips-tips menjaga kesehatan di usia lanjut. Kemudian seelah itu, para lansia diajak untuk melakukan gerakan senam lansia. Gerakan senam yang berfokus pada anggota gerak atas ini sangat sederhana dan dapat dilakukan oleh para lansia kapanpun dirumahnya. “Gerakannya sich sederhana, tapi manfaatnya banyak buat kesehatan, kemudian kalau dilakukan bersama-sama jadinya seneng” Ujar bidan desa Narwiyah. Wargapun terlihat sangat senang dengan aktivitas senam lansia ini. Kegiatan senam lansia ini tidak hanya sebatas olah tubuh, namun juga dapat dimanfaatkan untuk ajang refreshing “Kegiatan posyandu lansia seperti ini sangat penting, biar bidan tahu perubahan kondisi kesehatan kita setiap bulannya” ujar Salim salah satu lansia yang antusias mengikuti kegiatan ini.

“Saya senang sekali telah dibantu pengadaan obat-obatan. Biasanya posyandu lansia ini hanya pemeriksaan fisik sederhana saja karena memang anggaran dari desa belum teralokasikan untuk kesehatan lansia” ujar Narwiyah. Posyandu memang seringkali terganjal oleh biaya operasionalnya. Namun berbeda dengan posyandu balita, kondisi posyandu lansia seringkali dinomerduakan oleh masyarakat. “kegiatan lansia yang gitu-gitu ajah itu membuat posyandu lansia menjadi kurang menarik. Kadang lansia kalau diajak ke posyandu lansia bilangnya posyandu kok mek ditimbang-timbangi ae (posyandu  kok cuman ditimbang-timbangi saja)” Narwiyah menjelaskan kondisi di posyandunya.

Kegiatan pengobatan dan pemeriksaan fisik gratis ini rencananya akan dilakukan di kelompok-kelompok posyandu lansia lainnya di Desa Tambakrejo. Posyandu lansia yang sangat bermanfaat sebagai akses terdekat bagi warga lanjut usia sudah seharusnya mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah. Beberapa sarana penunjang seperti alat-alat kesehatan perlu diperlengkap agar dalam pelayanannya dapat dimaksimalkan bagi lansia.(ajian)

 

 

 

Lorejo - Kelestarian sumber mata air dimulai dari cara warga merawat dan melindunginya. Sabtu (27/02) Masyarakat Desa Lorejo, Kecamatan Bakung, menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian sumber mata air dengan cara melakukan aksi penanaman pohon disekitar sumber mata air desa. Dengan semangat nguri-nguri mata air bebarengan, sekitar pukul 07.00 WIB warga, pemuda dan anggota komunitas motor Patria Kalong Club (PKC) serta The Post Institute telah berkumpul di balai Desa Lorejo, untuk melakukan persiapan penanaman pohon di salah satu sumber mata air di Desa Lorejo yaitu sumber mata air Njurug yang berada di Dusun Krajan. Sumber mata air Njurug adalah salah satu sumber mata air di Desa Lorejo yang seringkali mengalami kekeringan pada musim kemarau. Padahal sumber mata air ini sangat diperlukan oleh warga Dusun Krajan, Desa Lorejo.

Aksi penanaman pohon ini adalah upaya yang dilakukan oleh masyarakat untuk menghindari desanya dari bahaya kekeringan. Desa Lorejo yang terletak di daerah perbukitan kapur di Blitar Selatan menjadi salah satu daerah yang rawan mengalami kekeringan. Kepala Desa Lorejo Narson dalam sambutannya mengatakan “kegiatan penanaman pohon yang akan dilakukan pada hari ini, adalah kegiatan yang sangat positif, karena ini adalah upaya untuk melindungi sumber mata air dari kekeringan”.

Setelah diberikan briefing, kelompok warga dan komunitas klub motor serta The Post Institute berangkat bersama-sama menuju sumber mata air Njurug yang berada tidak jauh dari Kantor Desa. Dilokasi penanaman, warga dan anggota komunitas motor dikoordinatori langsung oleh kepala dusun Krajan melakukan penanaman disekitar sumber mata air. Teriknya matahari serta lokasi sumber mata air yang berada dilereng bukit tidak menyurutkan mereka untuk melakukan penanaman pohon. Beberapa bibit pohon yang ditanam diantaranya adalah tanaman yang berfungsi sebagai tanaman konservasi sepert beringin, trembesi, bendo. Selain itu, mereka juga menanam beberapa tanaman produktif seperti mangga dan alpukat yang dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar nantinya.

Setelah melakukan penanaman disekitar sumber mata air Njurug, warga juga mengajak para anggota komunitas PKC serta The Post Institute untuk mengunjungi air terjun yang tidak jauh dari sumber mata air Njurug. Air terjun yang belum memiliki nama ini menjadi salah satu potensi alam yang dimilki oleh Desa Lorejo. Air terjun yang memiliki tiga undakan ini akan menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan warga jika segera mendapatkan perhatian pemerintah. Kepala Desa Lorejo Narson juga mengatakan “Kita sedang mendorong karang taruna untuk terlibat aktif, agar nantinya air terjun ini dapat dikelola oleh mereka”.

Aksi penanaman pohon yang dilakukan kali ini mendapatkan apresiasi dari warga Lorejo. Aksi penanaman ini juga akan dilanjutkan oleh warga Desa Lorejo di sumber mata air lainnya. “Sumber mata air lainnya nanti juga akan dilakukan penanaman, kegiatan ini harus terus dilakukan oleh seluruh masyarakat, agar kebersamaan dan keterbukaan terpelihara apalagi dapat sekaligus mempromosikan air terjun” ungkap Kepala Dusun Nanang Karmudji. (Ajian)

 

 

 

Pasiraman. Kamis, 25/02 upaya dalam menata dan melestarikan lingkungan hidup tidaklah hanya dilakukan oleh pemerintah saja namun peran serta masyarakat sangat jauh dibutuhkan untuk mewujudkan hal itu. Seperti masyarakat Desa Pasiraman Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar dan The Post Institute mengadakan penghijauan atau konservasi di sekitar sumber mata air Mbeji. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Sosialisasi yang dilakukan BLH dan The Post Institute pada tanggal 3 Februari 2016.

Kegiatan penghijauan ini mulai pukul 07.30 pagi dan dimotori oleh Pak Sukiman dan Pak Yateman. Warga sangat antusias menyambut kegiataan ini apalagi dihadiri oleh Perangkat desa seperti Pak Suyadi selaku Kepala Dusun Krajan, Pemuda Desa dan juga lansia yang mengalami trauma berat masa lalu. Perwakilan Polsek Wonotirto dan juga Pak Lurah sebanrnya sudah datang pukul 07 karena ada persoalan lain didesa pasiraman mereka izin dulu, namun jika urusannya sudah selesai akan nimbrung jika belum selesai kegiatannya. Pak Didik (perwakilan polsek Wonotirto datang lagi pada pukul 10.00 WIB saat penanaman pohon sudah selesai lalu dilanjutkan ngobrol-ngobrol di rumah bapak Sukiman.

Kegiatan Penghijauan atau konservasi sumber mata air adalah solusi utama untuk mengatasi kekeringan yang terjadi pada musim kemarau di desa Pasiraman, khususnya untuk para lansia yang mengalami trauma masa lalu. Selain berfungsi sebagai area resapan air ,konservasi sumber mata air juga penting artinya dalam mendukung program Go Green dalam rangka mengatasi pemanasan global (global warming) dan perubahan iklim (climate change) yang dialami bumi kita, sekarang ini. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini masyarakat tidak perlu resah dengan bencana kekeringan yang sering melanda masyarakat desa Pasiraman. Selain itu juga mendorong sikap positif masyarakat desa Pasiraman untuk selalu menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar.

Setelah penghijauan selesai, masyarakat desa Pasiraman berkumpul untuk musyawarah dengan tim The Post Institute . Musyawarah yang dibahas adalah terkait dengan bahwa nantinya akan direncanakan kegiatan yang akan mempertemukan Gapoktan di desa Pasiraman dengan dinas pertanian. Rencana kegiatan tersebut adalah untuk memberikan wawasan masyarkat desa Pasiraman terhadap wawasan bertani dan layanan yang bisa didapatkan masyarakat dalam hal pertanian.(Aris)

 

Ngrejo. Rabu, 17/02 warga Dusun Prodo, Desa Ngrejo, Kecamatan Bakung bersama pemerintahan desanya serta The Post Institute bersama-sama melakukan konservasi di sumber mata air (mbelik) Ngembul. Konservasi yang dilakukan atas dukungan Program Peduli ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi tentang konservasi sumber mata air dengan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar pada tanggal 26 Januari 2016. Dalam sosialisasi yang menjelaskan tentang pentingnya menjaga sumber mata air membuat warga menyadari dan perlu melakukan upaya konservasi segera di desanya.

Kegiatan konservasi ini dimulai pada pagi hari sekali sebelum warga melakukan aktivitas bekejanya yang memang sebagian besar warganya adalah petani. Pada penghijauan di sumber mata air (mbelik) Ngembul ini, dihadiri oleh perangkat desa, kelompok karang taruna dan para lansia yang pernah mengalami trauma masa lalu. Adapun jenis tanaman yang ditanam pada penghijauan ini adalah tanaman konservatif yang dapat menampung cadangan air seperti trembesi, beringin dan bendo. Selain itu, warga juga menanam beberapa bibit pohon produktif seperti alpukat dan mangga yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh warga disekitar sumber mata air.

Kegiatan penghijauan ini bertujuan untuk melindungi para warga Desa Ngrejo, khususnya para lansia yang mengalami trauma masa lalu dari ancaman kekurangan air pada musim kemarau. Dengan keadaan wilayah Ngrejo yang berada di perbukitan kapur menjadikan daerah ini seringkali dilanda kekeringan pada saat musim kemarau. Dengan adanya penghijauan ini, nantinya dapat melindungi warga dari kekeringan di musim kemarau. Penghijauan ini juga tidak hanya dilakukan di sumber mata air Dusun Prodo saja, namun juga dilakukan di sumber mata air dusun lainnya seperti sumber mata air di Dusun Krisik dan Dusun Krajan, Desa Ngrejo. Rencananya kegiatan penghijauan ini juga akan dilaksanakan di tiga desa lainnya yang menjadi sasaran Program Peduli.

Setelah dipagi hari melakukan penghijauan, TPI juga di ajak oleh warga Dusun Prodo untuk mengikuti latihan rutin kelompok keseniannya di malam hari. Kelompok kesenian yang bernama Paguyuban Mekar Budoyo dan diketuai oleh Bapak Sukoyo ini mewadahi para warga yang menyukai kesenian khususnya kesenian khas jawa yaitu karawitan. Pada latihan ini banyak dimainkan lagu-lagu yang sarat makna dan penuh nilai-nilai kehidupan. Latihan rutin kelompok kesenian ini sering dimanfaatkan oleh warga prodo untuk melepas lelah setelah seharian beraktivitas.(ajian)

Page 2 of 5