The Postinstitute

"Empowering People, Fighting For Justice & Democracy"

Senin, 18 Juni 2018
Senin, 18 April 2016 04:54

Kesenian Jaranan Nilai Eksotis Kedua Desa Tambakrejo Selain Dari Segi Pariwisata

Tambakrejo. Sabtu, 9 April 2016. Kesenian Jaranan sering muncul pada saat event atau peristiwa tertentu saja. Semisal di waktu warganya mengadakan hajatan, biasanya dengan mengadakan tontonan yang menghibur masyarakat setempat karena pada umumnya seni budaya jaranan, dilestarikan karena bukan hanya nilai komersil saja tapi ada juga nilai estetika, nilai budaya, nilai gotong royong serta nilai silaturahmi.

Kesenian jaranan sebetulnya memiliki sisi magis atau sarat dengan nilai-nilai spiritualitas masyarakat Jawa. Kesenian ini menampilkan aksi para penari nan melenggak-lenggok di atas kuda mainan atau sering juga disebut dengan istilah kuda kepang atau jaran kepang (jaran ialah bahasa Jawa buat kuda). Tarian kuda kepang diiringi oleh beberapa instrumen dari gamelan (seperangkat alat musik tradisional Jawa), seperti gong, kendang, adapula alat musik terompet, dan sebagainya.

Malam itu, sabtu 9 April warga Dukuh Krajan berkumpul di kediaman Bpk Supeno selaku ketua kesenian Jaranan Turonggo Pangesthu Budoyo. Seperti biasanya karena malam itu malam minggu di kediaman beliau ada banyak warga yang datang kesana untuk latihan rutinan ataupun hanya melihat saja. Warga menyambut kedatanagn dari The Post Institute yang berencana pada hari itu memberikan sejumlah alat kesenian untuk kelompok kesenian Jaranan Turonggo Pangesthu Budoyo . Turut hadir juga dalam acara itu yaitu Bapak Kepala Desa Tambakrejo. Tujuan dari pemberian alat ini yaitu untuk mendorong agar kelompok kesenian Jaranan Pangesthu Budoyo  tetap aktif dan terus menjaga keseniannya.

Setelah semua berkumpul acarapun dimulai. Dibuka oleh sambutan dari Supeno ketua kelompok kesenian. Beliau menyampaikan banyak terima kasih kepada The Post Institute dan Program Peduli yang telah memberikan dukungan alat kesenian kepada kelompok kesenian Jaranan Turonggo Pangesthu Budoyo. Setelah sambutan dari Supeno, dilanjutkan sambutan dari Deny Syahputra selaku perwakilan dari The Post Intitute. Deny menyampaikan pesan pesan kepada kawan kawan kesenian Jaranan Turonggo Pangesthu Budoyo agar untuk kedepannya kelompok kesenian ini akan terus aktif dan tetap berkarya. Lalu dilanjutkan dengan acara simbolis penyerahan, yaitu dari Deny Syahputra yang mewakili The Post Institute  Menyerahkan sejumlah alat kesenian kepada Supeno Ketua Kelompok Jaranan Turonggo Pangesthu Budoyo.  Setelah semua sesi acara selesai semua warga menikmati tabuhan sholawat dari kelompok kesenian Jaranan Turonggo Pangesthu Budoyo.

Kesenian jaranan ini punya nilai eksotis yang sangat bernilai, Karena wilayah Desa Tambakrejo ini adalah wilayah wisata pantai. Peran kesenian ini juga bisa diarahkan sebagai nilai tambah untuk sector pariwisata. Pariwisata dari segi panatai sudah menjadi daya tarik wilayah ini. Tetapi lebih bagus untuk kedepannya Tambakrejo tidak hanya mengenalkan dari segi wisata pantainya tapi juga dari segi budayanya seperti kesnian jaranan ini.(aris)