The Postinstitute

"Empowering People, Fighting For Justice & Democracy"

Senin, 24 September 2018
Senin, 04 April 2016 03:43

Warga Dukuh Kedunganti Diajak Melestarikan Kesenian Sholawatan

Lorejo. Sabtu 26 Maret 2016. Pelestarian seni budaya tidak hanya menjadi tanggungjawab lembaga dan pihak terkait saja, melainkan menjadi tanggung jawab semua komponen masyarakat. Tak terkecuali para warga dukuh kedunganti Kecamatan Bakung. Warga diajak ikut melestarikan seni tradisi dan budaya lokal yaitu seni Sholawatan.

Perkembangan budaya di Indonesia selalu naik dan turun, pada awalnya Indonesia sangat banyak peninggalan dari nenek moyang kita. Itulah semestinya yang harus kita banggakan. Tetapi saat ini mulai memudar dan dilupakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Semakin majunya arus globalisasi, rasa cinta terhadap adat dan tradisi budaya semakin berkurang, ini sangat berdampak tidak baik bagi budaya yang kita miliki. 

Malam itu, sabtu 26 maret warga dukuh kedunganti berkumpul di mushola miftahul jannah. Warga menanti kedatanagn dari The Post Institute yang berencana pada hari itu memberikan sejumlah alat kesenian untuk kelompok kesenian Miftahul Jannah. Turut hadir juga dalam acara itu yaitu bapak RT setempat dan ketua Takhmir mushola. Tujuan dari pemebrian alat ini yaitu untuk mendorong agar kesenian sholawat miftahul jannah tetap aktif dan terus menjaga keseniannya.

Setelah semua berkumpul acarapun dimulai. Dibuka oleh kak Eka Eviana selaku ketua kelompok kegiatan sholawatan ini. Selanjutnya ada sambutan dari Ketua RT setempat dukuh Kedunganti. Beliau menyampaikan banyak terima kasih kepada The Post Institute dan Program Peduli yang telah memberikan dukungan alat kesenian kepada kelompok kesenian Sholawatan miftahul jannah. Setelah sambutan dari pak RT, dilanjutkan sambutan dari Mas Deny Syahputra selaku perwakilan dari The Post Intitute. Mas deny menyampaikan pesan pesan kepada teman teman sholawat miftahul jannah agar untuk kedepannya kelompok kesenian ini akan terus aktif dan tetap berkarya. Lalu dilanjutkan dengan acara simbolis penyerahan, yaitu dari Mas deny yang mewakili The Post Institute  Menyerahkan sejumlah alat kesenian kepada mbak Eka selaku Ketua Kelompok Sholawat Miftahul Jannah. Acarapun dilanjutkan dengan penyampaiakan pesan pesan dari ketua Takhmir sekaligaus ditutup dengan doa. Setelah semua sesi acara selesai semua warga menikmati tabuhan sholawat dari kelompok kesenian miftahul jannah.

Salah satu wargapun mengungkapkan bahwa, “para santri santri disini masih harus banyak bimbingan, kareana tabuhannya masih kurang harmonisasi”.(aris)