The Postinstitute

"Empowering People, Fighting For Justice & Democracy"

Senin, 18 Juni 2018
Jum'at, 01 April 2016 07:21

Masyarakat Tambakrejo Bersama-sama Menyelamatkan Sumber Mata Air

Tambkarejo. Minggu, 27 Maret 2016. Warga Tambakrejo kembali diingatkan akan pentingnya air bagi kehidupan dalam momen World Water Day (Hari Air Sedunia) yang dirayakan setiap 22 Maret. Perlindungan dan pengelolaan sumber daya air yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi hal utama yang dikampanyekan kepada masyarakat luas.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga ketersediaan sumber air. Mulai dari hal-hal kecil yang bisa dilakukan sehari-hari, misalnya mematikan kran saat menggosok gigi, memilih mandi menggunakan shower dibanding gayung, atau memastikan telah menutup kran air dengan rapat. Tidak membuang sampah ke saluran air dan sungai juga salah satu cara menjaga sumber air.

Selain hal-hal kecil yang mudah dilakukan seperti yang disebutkan diatas, ada pula kgiatan nyata secara kolektif yang bisa dilakukan untuk menjaga ketersediaan sumber mata air. Salah satunya contoh aksi nyata yang dilakukan oleh warga Desa Tambakrejo Kecamatan Wonotirto pada  hari Minggu 27 Maret 2016. Melalui sebuah dukungan dari program peduli bertajuk “Konservasi Sumber Mata Air Sumberpucung”,warga desa Tambakrejo, The Post Institute dan Patria Kalong Klub bersama sama menyelamatkan sumber mata air yang ada di Kampung Ledhok Dusun Krajan Tambakrejo. Dimotori mbah kateno salah satuh sesepuh di kampung Ledhok, mereka bebarengan melakukan penanaman di sekitar sumberpucung. Adapaun bibit bibit yang ditanam oleh mereka yaitu bibit beringin, trembesi, bendo, saman, manga dan alpukat.

Menurut salah satu warga,” biyen iku wit witane isek akeh mas, lak saiki wes gundul kabeh”. Penuturan salah satu warga kembali mengingatkan kita bahwa pentingnya menjaga lingkungan. Terutama didaerah yang keadaan airnya sulit. Semakin banyak nya pohon juga semakin banyak resapan airnya. Melalui gerakan menanami kembali sekitar sumber mata air, harapanya kedepan adalah bahwa keberadaan pohon-pohon atau tanaman berkayu akan mampu menahan serta menyimpan air, mencegah bahaya longsor dan banjir bandang, dan mengembalikan debit air dari mata air yang sempat hilang atau mati. Dengan demikian, perlindungan sumber daya air dapat dilakukan secara berkelanjutan.(aris)