The Postinstitute

"Empowering People, Fighting For Justice & Democracy"

Senin, 24 September 2018
Kamis, 31 Maret 2016 03:32

Pengajian Akbar Dan Jalan Sehat Inklusi Langkah Awal Karang Taruna Lorejo Mengeksiskan Diri.

Lorejo.Minggu, 20 Maret 2016. Malam itu hujan mengguyur kawasan desa Lorejo dan sekitarnya. Hujan tak menyurutkan langkah para pemuda desa lorejo untuk berkumpul di balai dukuh kedunganti. Satu persatupun para pemuda mulai berdatangan pendopo kedunganti  atau yang sering diebut dengan balai dukuh Kedunganti. Tepat pukul 19.00 WIB mas Dwi ketua karang taruna Lorejo pun menghubungi teman temannya yang belum datang untuk segera menuju pendopo karena acara segera dimulai. Semangat kebersaan yang dibangun dimulai dengan pelan pelan, dan dengan sabar mas Dwi menunggu teman temannya sampai berkumpul semua. Post Institute juga turut hadir dalam acara tersebut sebagai fasilitator untuk memberikan masukan masukan terkait program kerja maupun acara. Karang taruna bersama sama post institute merencanakan gambaran kegiatan acara.

Tepat setengah delapan malam acarapun dimulai. Acara ini dihadiri sekitar 18 pemuda yang tergabung dalam karang taruna. Dipimpin oleh mas dwi dan didampingi oleh The Post Institute, para pemuda membahas kegiatan pertama yang ingin dilaksanakan. Yaitu mereka akan mengadakan kegiatan ”Pengajian Akbar dan Jalan Sehat Inklusi”. Esensi dari kegiatan ini yaitu untuk membangun semangat inklusi dan kebersaan desa Lorejo, selain itu juga untuk ajang peresmian balai dukuh dan peresmian kepengurusan baru karang taruna Desa Lorejo. Dalam pertemuan kali ini yang dibahas oleh kawan kawan karang taruna lorejo adalah tentang pembentukan struktur kepanitiaan dan konsep acara secara umum. Hasil dari kesepakatan forum pada malam itu memutuskan atas nama Andi Sebagai ketua pelaksana kegiatan “Jalan Sehat Inklusi Lorejo dan Pengajian Akbar”.

Mas Dwi menyampaikan “ Koncoku kabeh sing wes masuk daftar kepanitiaan , kudu ngerti karo tanggung jawab.e cek acara mengko berjalan lancar”. Rasa tanggung jawab harus dimiliki oleh masing masing personal , karena tanpa rasa tanggung jawab dan kesadaran dari masing masing individu kegiatan juga akan terbengkalai nantinya. Ta lupa juga “ komunikasi iku sing paling penting, yen enek opo opo sing dibingungne iku ndang takok ae” pesan mas dwi.

Setelah kepanitiaan terbentuk kegiatan diskusi langsung diambil alih oleh mas Andi . Gambaran acara agak berjalan alot karena masalah tempat kegiatan menjadi prioritas utama agar masyarakat desa bisa berpartisipasi semua dalam kegiatan nanti. Alhasil diputuskan bahwa untuk acara pengajian akbar sudah akan dilaksanakan sedangkan untuk jalan sehat inklusi masih akan dibahas di pertemuan selanjutnya. Kegiatan pengajian akbar dan jalan sehat inklusi adalah sebagai media eksistensi diri karang taruna.(aris)