The Postinstitute

"Empowering People, Fighting For Justice & Democracy"

Sabtu, 21 September 2019
Jum'at, 04 Maret 2016 07:47

Lansia Kampung Ledok Antusias Mengikuti Cek Kesehatan dan Pengobatan Geratis

Tambakrejo - Kamis (3/2) Warga lanjut usia Kampung Ledok, Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto antusias mengikuti kegiatan Posyandu Lansia didesanya. Dimulai sejak jam 09.00, warga sudah berkumpul di salah satu rumah perangkat desa (jogoboyo) bapak Ribut di Kampung Ledok yang memang sering digunakan untuk pertemuan oleh warga kampung ledok. Kegiatan posyandu lansia ini difasilitasi oleh ibu Narwiyah bidan desa Tambakrejo dengan dibantu tenaga medis dari Puskesmas Wonotirto.

Kegiatan yang diikuti oleh 35 orang lansia tidak seperti posyandu lansia biasanya, yang hanya melakukan pemeriksaan fisik seperti penimbangan berat badan dan tekanan darah saja. Pada pertemuan ini, bidan desa yang bekerjasama dengan The Post Institute dan didukung Program Peduli dari Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan memberikan pengobatan gratis dan pemeriksaan laboraturium sederhana seperti kadar gula darah, asam urat dan kolesterol bagi lansia di Desanya. Selain itu, para lansia juga diberikan penyuluhan kesehatan tentang tips-tips menjaga kesehatan di usia lanjut. Kemudian seelah itu, para lansia diajak untuk melakukan gerakan senam lansia. Gerakan senam yang berfokus pada anggota gerak atas ini sangat sederhana dan dapat dilakukan oleh para lansia kapanpun dirumahnya. “Gerakannya sich sederhana, tapi manfaatnya banyak buat kesehatan, kemudian kalau dilakukan bersama-sama jadinya seneng” Ujar bidan desa Narwiyah. Wargapun terlihat sangat senang dengan aktivitas senam lansia ini. Kegiatan senam lansia ini tidak hanya sebatas olah tubuh, namun juga dapat dimanfaatkan untuk ajang refreshing “Kegiatan posyandu lansia seperti ini sangat penting, biar bidan tahu perubahan kondisi kesehatan kita setiap bulannya” ujar Salim salah satu lansia yang antusias mengikuti kegiatan ini.

“Saya senang sekali telah dibantu pengadaan obat-obatan. Biasanya posyandu lansia ini hanya pemeriksaan fisik sederhana saja karena memang anggaran dari desa belum teralokasikan untuk kesehatan lansia” ujar Narwiyah. Posyandu memang seringkali terganjal oleh biaya operasionalnya. Namun berbeda dengan posyandu balita, kondisi posyandu lansia seringkali dinomerduakan oleh masyarakat. “kegiatan lansia yang gitu-gitu ajah itu membuat posyandu lansia menjadi kurang menarik. Kadang lansia kalau diajak ke posyandu lansia bilangnya posyandu kok mek ditimbang-timbangi ae (posyandu  kok cuman ditimbang-timbangi saja)” Narwiyah menjelaskan kondisi di posyandunya.

Kegiatan pengobatan dan pemeriksaan fisik gratis ini rencananya akan dilakukan di kelompok-kelompok posyandu lansia lainnya di Desa Tambakrejo. Posyandu lansia yang sangat bermanfaat sebagai akses terdekat bagi warga lanjut usia sudah seharusnya mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah. Beberapa sarana penunjang seperti alat-alat kesehatan perlu diperlengkap agar dalam pelayanannya dapat dimaksimalkan bagi lansia.(ajian)