The Postinstitute

"Empowering People, Fighting For Justice & Democracy"

Kamis, 17 Oktober 2019
Selasa, 07 Juli 2015 06:38

Telaah Wahidiyah- Jalan Menuju Tuhan Syaikh Abdul Madjid Kedunglo Kediri

Blitar, Minggu (5/6). Dalam serangkaian kegiatan bulan ramadhan ini, The Post Institute kembali menyelengerakan kajian keagamaan tepat di minggu ke tiga. Perbedaan yang berdasar dari pertemuan sebelumnya adalah dari segi temanya, jika sebelumnya memfokuskan pada bedah kitab, yakni kitab Minhajul Abidin karya Imam Al Ghozali di minggu pertama, dan Kitab Al Hikam karya Ibnu Athoilah pada minggu ke dua. Sementara kemarin mengangkat tema tentang “Telaah Wahidiyah- Jalan menuju Tuhan Syaikh Abdul Majdid Kedunglo Kediri”. Tetap dengan pemateri seperti pada kajian sebelumnya, Arif Mujayyin yang sekarang tengah menyelesaikan studi doctoralnya ini mengawali Telaah itu dengan menyampaiakan biografi singkat Syaikh Abdul Majdid.
Dalam kajian yang kurang lebih dihadiri oleh 10 orang itu, Arif Mujayyin menegaskan bahwa Tarekat Whidiyah atau yang kemudian lebih dikenal dengan istilah Sholawat Wahidiyah ini lahir dengan penuh kontemplasi panjang sang pencetus. Bermula dari kajian mendalamnya beliau dengan beberapa tokoh seperti KH. Ustman Jazuli (ayah dari KH.Hamim Djazuli-Gusmiek) mengenai kitab Al Hikam. Dari kajian itulah kemudian Syaikh Abdul Madjid dapat merumuskan tentang tarekat Wahidiyah, termasuk mengenai konsep, skema dan ijazah sekaligus tradisi apa yang dijalankannya.
Satu hal yang unik dari Wahidiyah, ijazahnya tidak terkhusus pada kelompok tertentu. Artinya siapapun bisa mengamalkan sholawat Wahidiyah ( Lillah-Billah. Lirrosul-Birrosul). Meski pada perkembangannya sholawat Wahidiyah ini dilanjutkan oleh kedua anak beliau, yang masing masing mempunyai wilayah sendiri dalam tradisi penyampaiannya. Sholawat ini semata mata bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah. dengan perantara Sholawat, sang Imam mengajak para jamaahnya untuk bersama melakanasakan perintah Allah, baik dari Syariat, Hakikat dan Ma’rifat, pun halanya denga Iman, Islam dan Ihsan. Dengan penuh penghayatan dan mengacu pada Sunnatulloh, para jamaah senantiasa diajak untuk selalu meresapi Agama Allah, sekaligus Nabi Muhammad Sang pembawa risalah ketuhanan yang sekaligus menjadi Uswatun Hasanah.
Selanjutnya dalam kajian yang dimulai pada pukul 23.00 WIB, Arif mujayin mengarahkan kajian itu dengan cara yang lebih ringan, yakni dengan santai dan diskusi. Dari sinilah para peserta mengutarakan pertanyaan dari penyampaian Arif Mujayin. Beberapa pertanyaan yang kemudian dikemas dengan sebuah jawaban bahwa, pada pada dasarnya konsep yang tengah dipelajari, tentang konsep ketuhanan ataupun keimanan, semata mata hanyalah bekal, teori, sebelum melangkah pada hal –akhwal yang sesungguhnya. Teori ini penting karena keimanan tidak mugkin lahir tanpa ilmu. Ilmu dan iman adalah dua hal yang saling berkaitan erat. Kuat dan teguhnya iman pada dasarnya sebanding dengan ilmu yang dimiliki oleh seseorang. Oleh karenanya, tarekat pada dasarnya adalah jalan yang digunakan untuk mencapai ke ma’rifatan yang pada dasarnya adalah kebutuhan manusia. hlm