The Postinstitute

"Empowering People, Fighting For Justice & Democracy"

Kamis, 17 Oktober 2019
Selasa, 05 Mei 2015 03:30

Pertemuan Komunitas Penyintas Tambakrejo di hadiri BABINSA dan BABINKAMTIBMAS

Wonotirto, post-institute.org -  Pertemuan komunitas penyintas yang diadakan hari jumat (1/5) bertempat di kantor desa Tambakrejo, Blitar selatan. Pertemuan dihadiri oleh Pak Surani (Mantan Kepala Desa Pak Santoso ( Kepala DesaTambakrejo), BABINSA, BABINKAMTIBMAS dan juga korban-korban dari kejadian pelanggaran HAM berat, baik korban langsung maupun tidak langsung. Kegiatan ini di fasilitasi oleh The Post Institute yaitu Deni Syahputra (manager program), Mawan Mahyudin (direktur), Hidayat (koordinator penerimaan sosial) dan Beni Jusuf dari IKA (Indonesia Untuk Kemanusiaan).

Deni Syahputra selaku manager program dalam hal ini memaparkan bahwa program tersebut berasal dari KEMENKO PMK (Kementrian Pemberdayaan Masyarakat dan Kebudayaan)  yang bertujuan memberikan pelayanan publik khususnya di bidang kesehatan kepada masyarakat yang mungkin selama ini belum mendapatkan informasi atau akses terkait layanan tersebut. Selain itu The Post Institute  selaku pelaksana program peduli nantinya juga berupaya untuk memfasilitasi dan memediasi terkait adanya kelompok usaha bersama seperti halnya di bidang pertanian agar dapat lebih maksimal lagi.

Dalam Pertemuan Komunitas tersebut, Pak Santoso yang mewakili masyarakat Tambakrejo sekaligus sebagai Kepala Desa  berpesan kepada The Post Institute, bahwa  masyarakat Tambakrejo menginginkan adanya sebuah SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) Kelautan, dengan harapan adanya sekolah kelautan di daerah Tambakrejo para siswa-siswi lulusan SMP dapat melanjutkan disana. Pesan ini ditujukan dengan alasan agar potensi kelautan yang ada di Tambakrejo dapat dikelola lebih maksimal lagi (dayat)