The Postinstitute

"Empowering People, Fighting For Justice & Democracy"

Rabu, 17 Oktober 2018
Sabtu, 11 April 2015 04:36

Anak Korban Pelanggaran HAM Berat Menjadi Sekdes

Bakung, post-institute.org - Kamis 09 april 2015 Hidayat dan Mawan menghadiri acara sosialisasi program Program Peduli dan persiapan pendataan. Acara yang diadakan dirumah Bapak Tristanto selaku koordinator pendamping  desa Ngrejo. Dalam kegiataan tersebut dihadiri oleh warga korban Pelanggaran HAM berat baik yang langsung maupun tidak langsung sebanyak 26 laki-laki 5 orang perempuan. Pada kesempatan tersebut Mawan selaku direktur The Post Institute menyampaikan maksud dan tujuan program PNPM-Peduli dengan tema inklusi soisal. Para korban menyambutnya dengan terbuka, dan beberapa orang  dari mereka menceritakan apa yang mereka alami selama ini,meskipun ada beberapa diantara mereka  yang masih tertutup atau masih trauma dengan kejadian 65.

Trimonas salah satu anak korban mengatakan kalau yang dibutuhkan para korban saat ini yaitu bukan hanya bantuan moril saja, tetapi harus yang berupa nyata yaitu bantuan materiil seperti bantuan kesehatan atau bantuan tunai. Ia juga mengatakan, pemerintah harus mencabut cap mantan PKI atau korban 65, yang diberikan kepada dia dan korban-korban yang lainya. Karena dia merasakan pendiskriminasian yang sangat nyata, dia ditolak kerja dimana baik instansi negeri maupun swasta, padahal ia mempunyai ijazah S1,ujar alumni mahasiswa disalah satu perguruan tinggi negeri di Malang.

Selain itu Rismaji mantan sekdes Ngrejo menyampaikan uneg-unegnya bahwa data pemerintah itu bukan lah data yang actual tapi yang pemerintah gunakan  merupakan data lama. Sehingga bantuan untuk keluarga miskin sendiri kurang merata.  Ia mengatakan dari 700 kk (keluarga miskin) yang mendapatkan bantuan raskin tidak lebih hanya 43 kk saja.  Para warga desa berharap kepada Mawan selaku perwakilan dari TPI, bisa memfasilitasi agar warga masyarakat di desa Ngrejo bisa mendapatkan perhatian dari Pemerintah secara layak.  Mereka berharap kalau apa yang mereka ceritakan pada pertemuan malam hari itu, akan menjadi sebuah kerja nyata, dan para warga pun siap untuk membantu. (dayat)