The Postinstitute

"Empowering People, Fighting For Justice & Democracy"

Kamis, 17 Oktober 2019
Jum'at, 10 April 2015 08:43

Silaturrohim Tokoh Lintas Agama untuk Inklusi Sosial

Blitar, post-institute.org - Sabtu (04/04) beberapa tokoh lintas agama berkumpul di rumah makan Bu Mamik jalan Kalimantan Kota Blitar dalam rangka silaturrohim dan sosialisasi Program Peduli dari Kemenko PMK. Kegiatan yang diselenggarakan oleh The Post Institute ini di fasilitasi oleh Mawan Mahyuddin. Dalam penjelasannya mawan mengatakan bahwa Program Peduli yang dilaksanakan oleh the post institute ini mengambil lokus Pelanggaran HAM berat masa lalu.

Program peduli ini memakai pendekatan TOC (theory of change) dengan indikator pelayanan publik dan penerimaan sosial. Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa korban pelanggaran ham berat masa lalu untuk mendapatkan akses layanan public dan penerimaan sosial di masyarakat. Agar warga masyarakat tidak ada lagi yang didiskriminasikan.

Respon dari para tokoh lintas agama cukup baik, nyonya Tan Lan Hwa (konghuchu) menyampaikan bahwa dia sangat setuju dengan adanya program ini, karena sebagai media menjembatani korban dengan masyarakat sekitar. Sehingga tidak ada lagi pendiskriminasian terhadap korban/kelompok tertentu. Selain itu Fx Sumadi (Katolik) menyampaikan bahwa sejak dini kita harus mulai belajar memahami perbedaan. Menyambung dari FX Sumadi Pdt candra mengusulkan bahwa kita mendidik anak-anak muda belajar di pesantren, di Vihara, di Klenteng agar meraka bisa memahami perbedaan. Usulan terakhir ini menjadi rekomendasi agar The Post Institute untuk memfasilitasi kegiatan tersebut.(yat)