The Postinstitute

"Empowering People, Fighting For Justice & Democracy"

Kamis, 17 Oktober 2019
Selasa, 07 Oktober 2014 03:25

Petani Adalah Soko Guru Revolusi

Blitar, Post-Institute.org – Pertanian merupakan bidang yang sangat penting dalam kehidupan ini, tidak dapat dipungkiri bahwa sektor ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Kebutuhan akan pangan selalu menjadi permasalahan mendasar bagi setiap bangsa di dunia ini, mengingat mendasarnya akan kebutuhan pangan maka setiap negara dituntut untuk bagaimana berdaulat dalam bidang tersebut dan kebijakan yang berpihak.

Pada hari Rabu 01 Oktober 2014 pukul 19.00 WIB bertempat di Post-Institute diadakan Diskusi Teras untuk kesekian kalinya dengan tema “Memperkuat Rekonsiliasi Kebangsaan Untuk Kedaulatan Pangan”. Pada diskusi kali menghadirkan pembicara gus Roy dari Jombang, beliau adalah aktivis yang tergabung dalam Front Nadiyin dan selaku pembicara kedua adalah bapak Sukiman mantan anggota BTI (Barisan Tani Indonesia) dan LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakyat). Untuk moderator diskusi adalah Arief Aidit dari Post-Institute. Dalam acara tersebut  dihadiri kurang lebih dua puluh lima orang yang berasal dari berbagai elemen, walaupun begitu diskusi dapat berjalan interaktif dan kondusif sampai akhir acara.

Pada kesempatan tersebut gus Roy menyampaikan bahwa persoalan kedaulatan pangan meliputi tiga hal diantaranya ialah tata milik, tata kelola dan tata guna. Mengenai rekonsiliasi  untuk kedaulatan pangan gus Roy juga berpendapat bahwa hal ini harus selesai dipersoalan hulu terutama konflik di tahun 1965. Roy menuturkan bahwa konflik 65 terjadi karena adanya pertentangan politik aliran dan bukannya politik kelas, yang dalam hal ini dengan mudah dimanfaatkan oleh kepentingan global jika terjadi gesekan. Sedangkan bapak Sukiman selaku narasumber praktisi menuturkan bahwa dirinya tidak sempat berpikir persoalan pertanian, hal ini disebabkan oleh gejolak sosial politik dan krisis ekonomi di waktu itu. Beliau yang juga mantan anggota LEKRA menyampaikan bahwa semangat dalam persoalan pertanian juga disalurkan lewat kesenian seperti tertuang dalam lirik sebuah nyanyian, bapak Sukiman juga masih teringat bagaimana Bung Karno mengatakan bahwa Petani adalah soko guru revolusi.

Pada diskusi tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa kedaulatan pangan dapat tercapai jika tidak adanya ketergantungan global dan juga keberpihakan negara dalam hal ini pemerintah untuk membela kepentingan para petani (rif).